Senin, 10 Juni 2013

my biodata my life hehehe

Haii kawan-kawaaan kenalin dong aku Ghina Rachmadiani yang biasa dipanggil Ghina. aku lahir di Brebes ,25 Maret 1996 dan aku juga memiliki saudara kembar yaitu Rifda Puspitarani yang biasa dipanggil Rifda. Sejak lahir hingga usia 4 tahun ,aku dibesarkan di Bekasi ,dan ketika beranjak sekolah ,aku dan keluarga pindah ke Semarang ,yang terkenalnya dengan sebutan Kota Lunpia hehehehew. Sekarang aku sekolah di SMAN 7 Semarang yang berlokasi tidak jauh dari rumahku. Aku kelas 11 dan mengambil program IPA yang rencananya ingin melanjutkan kuliah mengambil jurusan gizi atau teknik kimia.. hehehe sampai disini dulu ya biodataku ,udah capek mau bobok xoxoxo

The Glass Recycle Process (daur ulang)

Proses daur ulang kaca pada dasarnya melibatkan proses dasar daur ulang pengumpulan bahan daur ulang, penyortiran dan mengolahnya menjadi bahan baku dan produk baru yang menggunakan bahan baku daur ulang.
Namun demikian, ada beberapa variasi dari proses daur ulang tergantung bahan yang didaur ulang. Berikut adalah fakta-fakta lebih lanjut tentang proses daur ulang kaca setelah sampah kaca dikumpulkan.
Penyortiran
Sampah kaca terlebih dahulu dikelompokkan berdasarkan warnanya. Hal ini karena bahan kimia yang berbeda harus ditambahkan ke sampah kaca yang berbeda warnanya untuk menghasilkan kaca daur ulang dengan warna yang diinginkan.
Pengolahan: Memproduksi Cullet
Setelah tahap penyortiran, tahap selanjutnya dalam proses daur ulang kaca adalah penghancuran kaca limbah menjadi potongan-potongan kecil. potongan-potongan kaca Ini kemudian ditumbuk halus menghasilkan bubuk kaca yang disebut sebagai cullet.
Pengolahan: Menghilangkan Kontaminan
Tahap berikutnya dalam proses daur ulang kaca adalah memisahkan kontaminan dari cullet. Cullet tersebut dilewatkan melalui medan magnet, di mana kontaminan logam seperti tutup botol dikeluarkan dari kaca. Kontaminan lainnya seperti kertas dan plastik dari label botol diambil secara manual atau melalui proses otomatis.
Kontaminan keramik dan pyrex (kaca tahan panas) dihilangkan dari cullet melalui proses yang dikenal sebagai fine-sizing. Cullet yang telah ditumbuk halus dilewatkan melalui beberapa ayakan, memisahkannya dari residu keramik. Jika ada kontaminan keramik yang lolos melewati ayakan bersama dengan cullet, kualitas dari kaca daur ulang akan terpengaruh. Kontaminan keramik di kaca dapat menyebabkan cacat struktural.
Pengolahan: Membuat Kaca Daur Ulang
Cullet tersebut kemudian dilelehkan. cullet tersebut kemudian dapat digunakan dalam pembuatan produk kaca daur ulang seperti wadah kaca baru, botol dll.
Pengolahan: Decolorizing dan Pencelupan (Dyeing)
Untuk memproduksi kaca daur ulang yang diinginkan, kaca daur ulang harus menjalani proses decolorizing dalam proses daur ulang kaca, diikuti dengan pencelupan.
Langkah pertama dalam proses decolorizing meliputi oksidasi cullet dalam keadaan meleleh.
Untuk kaca hijau, proses oksidasi mengubah warna kaca hijau tua/gelap menjadi hijau kekuningan. Zat kimia yang dikenal sebagai mangan oksida kemudian dicampur dengan cullet untuk menjadikannya keabu-abuan. Warna abu-abu biasanya digunakan sebagai warna dasar yang penambahan pewarna atau agen lainnya yang ditambahkan untuk membuat kaca berbagai warna.
Untuk kaca berwarna cokelat atau kuning (amber), seng oksida ditambahkan bukan untuk mengoksidasi cullet kaca cokelat menjadi cullet biru atau hijau, tergantung pada jumlah seng oksida ditambahkan dan tingkat intesitas warna coklat atau kuning kaca yang didaur ulang.
Untuk kaca daur ulang bening, erbium oksida dan mangan oksida ditambahkan ke cullet untuk membantu menjernihkan semua warna dari cullet.
Beberapa pewarna yang paling umum digunakan untuk pewarnaan kaca daur ulang termasuk boraks, kalium permanganat, seng oksida, erbium oksida, kobalt karbonat, neodymium oksida, dan titanium dioksida.
Pengolahan: Membuat produk kaca daur ulang
Pada tahap terakhir dari proses daur ulang kaca, kaca daur ulang baik berwarna ataupun bening, kemudian dibentuk menjadi berbagai produk dan dijual di pasar.
Hal yang menarik tentang proses daur ulang kaca adalah bahwa kaca dapat didaur ulang sebanyak yang diperlukan, tanpa penurunan kualitas.

Perpustakaan SMAN 7 Semarang

Perpustakaan merupakan satu bagan penting dalam sekolah. Keberadaannya bisa menjadi jendela ilmu dan wawasan bagi siswa dalam melihat dunia yang lebih luas. Salah satunya yaitu SMAN 7 Semarang yang pernah mengukir prestasi dengan memenangkan perlombaan tingkat kota dengan meraih juara 1. Perpustakaan SMAN 7 Semarang dibuat senyaman mungkin agar siswa betah untuk membaca buku di perpustakaan. Selainitu ,siswa juga diberi fasilitas agar siswa lebih semangat membaca buku. Buku di perpustakaan SMAN 7 Semarang ini sangat tertata rapi dan terawat. buku-bukunya juga menarik untuk dibaca para siswa.

SMANSEV Goes To Bali

Haiii kawan-kawaaaannn ,tanggal 15 Maret 2013 lalu SMAN7Semarang mengadakan study tour ke Pulau Dewata Bali. kami kumpul di lapangan sekolah untuk mempersiapkan keberangkatan menuju Pulau Dewata Bali pada pukul 06.00 WIB ,dan akhirnya kami berangkat kurang lebih pukul 07.30 WIB.
Selama di perjalanan kami karaoke bersama. Tak terasa pada pukul 12.00 WIB kita samapi di rumah makan untuk makan siang ,sholat dan kembali melanjutkan perjalanan. Sudah kenyang saatnya tidur selama perjalanan. Kami makan malam pukul 19.00 WIB di rumah makan Bromo Asri Probolinggo. Perjalanan pun masih berlanjut hingga waktu menunjukkan pukul 01.30 WIB kami mulai memasuki pelabuhan Ketapang untuk penyeberangan. Sekitar pukul 03.30 WITA kami tiba di pelabuhan Gilimanuk.
Hari pertama setibanya di Bali ,kami melanjutkan perjalanan Soka Tanah Lot untuk mandi dan makan pagi. Dari Soka Tanah Lot kami melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Benoa. Di Tanjung Benoa kami mengunjungi pulau penyu dengan membayar 50.000 rupiah dan menempuh perjalanan menggunakan perahu kurang lebih 30 menit. Setelah makan siang di Tanjung Benoa ,kami menuju Garuda Wisnu Kencana dan pantai Dream Land. Pemandangan di pantai Dream Land pada sore hari sangat menakjubkan ,tanah yang masih bersih dan ombak yang besar ,terlihat bahwa pantai itu benar-benar terawat ,tidak seperti pantai-pantai di Semarang yang sudah penuh dengan sampah. Setelah menikmati keindahan pantai Dream Land ,kami melanjutkan makan malam di Kampung Kertalangu untuk makan malam ,yang kemudian check in di salah satu hotel di pulau Dewata ini ,yaitu hotel Vistana.
Di hari kedua ,pertama kami mengunjungi pantai Sanur yang kemudian dilanjutkan menuju pertunjukkan tari barong yang lokasi nya tidak begitu jauh dari pantai Sanur. Setelah puas menikmati pertunjukkan tari barong ,kami menuju pusat oleh-oleh Cah Ayu. Di Cah Ayu banyak makanan khas Bali. Tidak puas jika setelah belanja makanan tetapi tidak belanja baju-baju yang murah meriah di pasar Seni Sukowati. Setelah dari Sukowati ,kami melanjutkan perjalanan ke Joger yang merupakan salah satu pusat oleh-oleh pulau Dewata Bali dan tidak lupa kami sempatkan mengunjungi pantai Kuta ,salah satu pantai yang sangat dikenal oleh sebagian masyarakat Indonesia. Dari pantai Kuta ,kami ke Mr. Kuta untuk makan malam dan setelah dari Mr.Kuta kami kembali ke hotel untuk beristirahat.
Hari ketiga ,kami mulai packing untuk check out dari hotel dan melanjutkan menuju pura luhur Tanah Lot dan Danau Bedugul. Setelah dari Bedugul ,kami melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Semarang. Kami tiba di Semarang pada hari esoknya pukul 10.00 WIB dengan membawa kenangan yang tidak bisa dilupakan xixixi